Kamis, 03 Februari 2011

Film Porno Dapat Mempengaruhi Gairah Seksual

Waspadalah ketika kebiasaan menonton fim porno tersebut berubah menjadi kecanduan. Bukannya bikin urusan seks jadi nikmat, tapi malah membuat gairahnya menurun. Apa sebabnya?

Pria harus berhati-hati dengan sindrom SADD atau Seksual Attention Deficit Disorder yang biasanya terjangkit karena masalah sepele yakni keseringan nge-klik visual porno di internet. Hal itu diungkapkan seorang terapis seks yang juga pendiri Good in Bed, Ian Kemer, Ph.D.

Konselor seks terlaris dari The New York Times tersebut mengatakan kalau peningkatan pria yang terjangkit sindrom SADD kini makin meningkat tajam. Padahal, pengaruh sindrom ini sangat buruk bagi gairah seks Anda dan pasangan. Mengapa?

Mengonsumsi tayangan porno secara berlebihan di internet akan berpengaruh pada stimulasi otak, yang menyebaban pria jadi tidak fokus saat melakukan seks dengan pasangan. Demikian yang disitat dari Askmen.

Akibatnya, orang dengan sindrom SADD ini sering menemukan kesulitan untuk mempertahankan ereksi selama hubungan intim, alias mengalami ejakulasi tertunda. Parahnya, pria tersebut hanya dapat klimaks dengan rangsangan manual atau oral.

Bosan dengan aktivitas di ranjang

Pria dengan SADD cenderung menemukan kebosanan atau rasa tidak sabar selama melakukan seks dengan pasangan.

Secara fisik, mungkin Mr P akan terangsang dan bisa tegak. Tapi jangan dulu bangga, karena sebenarnya Mr P tersebut tidak sanggup mencapai gairah hingga klimaks.

Tak hanya itu saja, efek dari sindrom SADD ini membuat pria jadi minim power saat bercinta. Pasalnya, tenaga dia sudah terkuras saat melakukan masturbasi. Akhirnya, adegan ranjang tidak berjalan maksimal baik secara fisik maupun mental.

Ian Kemer mengatakan, dirinya baru menyadari SADD saat beberapa perempuan menanyakan alasan mereka sulit ejakulasi, dan sering berpura-pura saat tersadar bahwa pasangan mereka sebenarnya tidak benar-benar bergairah selama bercinta dengan mereka.

Saat menggali lebih dalam, Ian mendapati fakta baru bahwa biasanya orang-orang yang berlebihan mengonsumsi film porno cenderung melakukan masturbasi secara berlebihan.



Hal itulah yang menyebabkan gairah menurun saat di ranjang. Parahnya, banyak pria yang cenderung tak sadar seiring dengan peningkatan usia, efek dari masturbasi sangat tidak baik karena berpengaruh pada tingkat ereksi saat melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Secara gamblang, pakar seks ini pun mengakui dirinya seorang masturbasiholic. Menurutnya, masturbasi bagi pria ibarat pelarian yang melegakan, dan setara dengan spa selama 30 detik.

Namun, seberapa pun tingkat kenikmatannya, masturbasi tidak disarankan untuk dilakukan secara berlebihan. Karena, perilaku seksual tersebut hanya akan membuat otak pria terbiasa dengan kepuasan instan.

Efeknya, ketika rangsangan fisik dialami saat benar-benar bercinta, seluruh hasrat seksual terhadap pasangan langsung menurun dan akhirnya mereka hanya bisa berfantasi selama seks untuk mempertahankan ereksi penuh.

Hal-hal yang perlu dilakukan pengidap SADD

Pertama, berikanlah waktu bagi Anda untuk mengistirahatkan agenda masturbasi, dan mengalihkan tenaga yang ada untuk pasangan. Jika masih belum sanggup mengistirahatkan secara full, kurangi frekuensi masturbasi Anda secara perlahan.

Kedua, hentikan kebiasaan mengonsumsi tayangan porno secara berlebih. Saat terlintas untuk melakukan masturbasi, segera alihkan pikiran Anda untuk mengingat kembali episode seks mengagumkan yang pernah Anda lakukan. Misalnya dengan me-rewind pengalaman erotis atau kenangan fantastis bersama pasangan.

Terakhir, perbaharui mental Anda dan pasangan. Buatlah fantasi dan eksperimen baru dalam permainan ranjang bersama pasangan.

Agar lebih fokus, tuntunlah pikiran Anda ke titik dimana Anda terangsang secara fisik dan mental sebelum Anda memulai hubungan intim.

Tak hanya itu, tanamkan pula pada pikiran bahwa Anda tidak ingin membuat pasangan kecewa dengan perlakuan seks yang kurang maksimal.

Sumber : okezone

Tips Meningkatkan Gairah Bercinta dari Pakar Seks

Hubungan intim seharusnya tidak menjadi suatu hal yang membuat Anda dan pasangan terasa membosankan. Jika hal itu sudah dirasakan, inilah 5 tips seks yang bisa membantu Anda dan pasangan kembali 'panas'.

1. Ganti Posisi
Selama ini bisa jadi Anda dan si dia lebih sering bercinta dengan gaya misionaris (posisi suami di atas). Penulis buku 'Sexual Pleasure: Reaching New Heights of Sexual Arousal & Intimacy' Barbara Keesling menyarankan Anda berganti posisi. Menurut Barbara, dengan posisi misionaris hanya kecil kemungkinan wanita mencapai orgasme. Anda bisa mencoba posisi yang disebut coital alignment technique (CAT).

Teknik ini hanya bisa dilakukan pasangan Anda saja, yakni dengan mengangkat tubuhnya sedikit lebih ke atas sehingga tulang pubisnya menyentuh area klitoris Anda. Secara ilmiah hal ini terbukti meningkatkan kenikmatan.

2. Tetaplah Pakai Baju Anda
Therapist seks Patti Britton memberi saran sedikit nakal untuk Anda dalam membuat hubungan seks semakin panas. Menurutnya tetaplah memakai baju saat bercinta. "Itu bisa jadi kegiatan yang menyenangkan karena bermain-main dengan pakaian dalam satu sama lain, menggodannya melalui bahan pakaian tersebut," ujarnya. "Dengan cara itu juga Anda seperti mempersiapkan diri. Ketika akhirnya terjadi kulit menyentuh kulit, hal tersebut akan menjadi lebih dahsyat efeknya," tambahnya.

3. Ambil Alih Aktivitas Bercinta
Selama ini yang Anda ketahui adalah Anda dan pasangan harus sama-sama aktif saat berhubungan intim. Namun sebenarnya hal itu tak harus terjadi terus-menerus. Penulis buku 'The Perfect Orgasme' Joan Elizabeth Llyod mengatakan, oke-oke saja jika Anda ingin mengambil alih aktivitas tersebut. Jadilah orang yang mengontrol situasi. Pria suka saat wanita lebih dominan ketika bercinta.

4. Saling Menyentuh
Mabel Iam, pengarang buku 'Sex and the Perfect Lover' menyarankan Anda dan pasangan melakukan pemijatan sebelum bercinta. Sentuhan di kulit ini bisa menstimulasi tujuh pusat energi di tubuh. "Jadi mulailah memijat pasangan Anda mulai dari tangannya dan pergelangan tangannya," ujar Iam. "Lalu lanjut ke lengan dan pundaknya, sebelum kemudian Anda menyentuh dadanya," tambahnya.



Menurut Iam, tekanan-tekanan yang Anda berikan saat memijat membangkitkan energi seksual si dia. Saat Anda selesai memijat pasanga, minta dia melakukan hal yang sama. Dengan melakukan hal tersebut, energi Anda dan pasangan akan bergelora.

5. Mencontoh dari Film Hollywood
Penulis 'Unleashing the Sex Goddess in Every Woman', Olivia St. Claire memberi saran, sekali-sekali tidak ada salahnya mencontoh adegan film saat bercinta dengan pasangan. 'The English Patient' misalnya. Quickie seperti yang dilakukan pasangan dalam film tersebut bisa jadi referensi. Anda pilih kapan momen tersebut bisa dilakukan. Dilakukan secara spontan juga bisa berakhir menyenangkan. Bagaimana, tertarik mencoba?

Sumber : wolipop

Pendidikan Seks Aman

Seks aman akan membantu melindungi Anda dari PMS dan HIV/AIDS. Seks aman berarti melakukan hubungan seks yang bertanggung jawab. Selalu lakukan hubungan seks yang aman, jika tidak, akibatnya bisa berbahaya.

Untuk lebih jelasnya, buku “Panduan Kesehatan Keluarga” oleh Dr Miriam Stoppard menjabarkannya untuk Anda seprti yang berikut :

Kondom dan PMS


Agar terlindung dari PMS, gunakan kondom saat berhubungan seks. Pastikan Anda mengerti cara mengenakan kondom dengan baik, dan jangan menggunakan kondom yang sudah kadaluarsa.

Lindungi Hak Anda


Menuntut hubungan seks yang aman adalah hak Anda. Jika pasangan enggan melakukannya, ia tidak peduli terhadap Anda dan hubungan Anda perlu dipertanyakan. Jika pasangan menolak memakai kondom, pertimbangkan untuk mengakhiri hubungan Anda. Jika ia tidak bertanggung jawab, maka ia membahayakan Anda.

Dapat Mencegah Kehamilan


Meski kondom digunakan untuk hubungan seks yang aman, jangan hanya bergantung pada kondom untuk mencegah kehamilan. Sperma dapat merembes jika Anda tidak memakai kondom dengan benar, atau jika kondom tersebut sudah kadaluarsa. Anda sebaiknya juga meminum pil kontrasepsi.

Cari Pertolongan
Dokter, klinik, yayasan AIDS atau pusat konseling akan senang hati memberi Anda informasi mengenai kondom. Kondom tersedia dalam berbagai tipe, dan ada pula kondom yang dirancang agar hubungan seks semakin nikmat!.

Berikut Anjuran dan Larangannya

Bawa Kondom Selalu
Entah Anda pria maupun wanita, bawalah kondom setiap saat.

Berlatih Dulu
Pastikan Anda memakainya dengan benar.

Selalu Gunakan Kondom
Yakinkan diri untuk terhindar dari resiko kesehatan baik bagi Anda maupun pasangan.



Bersikap Jujur
Beri tahu pasangan tentang infeksi kronis yang Anda derita, herpes misalnya.

Sekali Pakai
Jangan menggunakan kondom lebih dari satu kali.

Bukan untuk Iseng-iseng

Seks bukan permainan. Jangan berhubungan seks dengan seseorang dalam sebuah pesta, atau saat berlibur dengan orang yang belum Anda kenal dan temui sebelumnya.

Sumber : okezone

Penyebab Sperma Sedikit

Proses pembuahan tidak hanya ditentukan oleh kesehatan alat reproduksi wanita. Pria juga berperan pada kegagalan pembuahan. Bahkan, dari 7 juta pasangan yang kurang subur, 40 persennya disebabkan karena jumlah sperma yang sedikit.

Salah satu kriteria kesuburan pria menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah terdapat 15 juta ekor sperma dalam setiap mililiter cairan mani.Bila ada kelainan jumlah, bisa dikatakan pria tersebut mengalami gangguan kesuburan.

Kondisi medis memang bisa menyebabkan rendahnya kualitas sperma, namun faktor lingkungan juga berpengaruh. Apa sajakah kondisi medis tersebut?

1. Kegemukan
Bobot tubuh berlebih tidak hanya memengaruhi jumlah sel sperma tapi juga meningkatkan kerusakan sel seperma. Menurut penelitian dari Harvard University, hal itu disebabkan karena kelebihan lemak bisa mengurangi kadar hormon testosteron dan meningkatkan estradiol, hormon seks wanita.

2. Obat impotensi
Meski pria berusia lanjut merupakan target obat disfungsi ereksi, kini makin banyak saja pria berusia muda yang ikut mengonsumsi pil biru dan sejenisnya tanpa resep dokter. Padahal hasil riset yang dilakukan di Inggris menemukan obat disfungsi ereksi seperti Viagra, Levitra dan Cialis bisa merusak kepala sperma sehingga sperma makin sulit untuk melakukan penetrasi ke dalam sel telur dan memulai pembelahan sel.

3. Kekurangan zinc
Sebuah studi menemukan kadar zinc pada pria yang subur lebih tinggi dibanding pada pria yang infertil. Para ahli menyebutkan zinc berperan untuk melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel sperma. Penuhi kebutuhan akan zinc melalui sereal, multivitamin atau konsumsi daging.

4. Radiasi ponsel
Peneliti dari Cleveland Clinic menemukan makin sering pria menggunakan ponselnya, makin rendah jumlah sperma yang dihasilkannya. Penelitian terpisah yang dilakukan tim dari Australia menemukan sebabnya. Frekuensi 1,8 gigahertz yang dipakai dalam ponsel akan meningkatkan jumlah radikal bebas yang bisa merusak sel sperma dan mengurangi kemampuan gerak sperma.

5. Kurang asupan serat
Tim dari University of California menemukan pria yang kekurangan asam folat, memiliki sperma dengan jumlah kromosom yang salah 20 persen lebih tinggi dibanding pria yang cukup akan asam folat. Sumber terbaik asam folat adalah sayuran hijau, seperti bayam, asparagus, dan lain sebagainya.



6. Merokok
Kebiasaan merokok bukan hanya menyebabkan penyakit kronis, namun juga memengaruhi jumlah dan kualitas sperma. Para ahli percaya, saat merokok tubuh kita akan dibanjiri oleh radikal bebas. Bukan cuma menyebabkan sel kanker, hal ini juga akan memicu kerusakan DNA pada sperma.

7. Depresi
Para ahli dari Cornell University mengungkapkan, seorang pria yang mengonsumsi obat antidepresan beresiko tinggi mengalami kerusakan DNA pada spermanya. Kerusakan DNA tersebut akan menyebabkan berkurangnya kesuburan dan meningkatkan risiko cacat pada janin.

Sumber : kompas

Masturbasi Tak Mempengaruhi Ukuran Penis

Ukuran panjang penis selalu menjadi hal yang mengkhawatirkan para pria. Banyak juga yang terpengaruh oleh mitos bahwa masturbasi bisa membuat ukuran penis lebih besar.

Masturbasi adalah salah satu perilaku seksual yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan ukuran penis. Onani juga tidak akan menyebabkan kemandulan. Walau demikian, dorongan seksual yang timbul di usia remaja hendaknya dikendalikan sehingga masturbasi tidak menjadi kebiasaan.

Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung cara-cara pembesaran penis, baik itu pil, krim, injeksi, pembebatan, atau operasi. Memang sebagian besar pria berharap ukuran "alat tempur" mereka bisa diubah meski faktanya pasangan mereka tidak pernah mengeluhkan panjang pendeknya ukuran.



Dr Hernando Chaves, pakar seksologi klinik dari Beverly Hills, California, mengatakan, ukuran penis bukanlah jawaban pada kepuasan seksual seorang wanita. "Tidak penting membesarkan ukuran penis, yang harus dilakukan mempelajari teknik memuaskan dan titik-titik rangsangan dari tubuh pasangan. Selain tentu juga meningkatkan kedekatan emosional dan teknik komunikasi," paparnya.

Ia menyebutkan, pria yang selalu cemas akan ukuran alat tempurnya justru akan lebih sering mengalami hambatan ereksi. "Cintailah diri sendiri, camkan dalam diri bahwa Anda seksi dan menggairahkan. Bersikap positif dan selalu percaya diri," katanya.

Sumber : kompas

Rokok Dapat Membuat Penis Menyusut

Inilah satu lagi alasan bagi pria untuk segera berhenti merokok. Merokok ternyata bisa menyusutkan ukuran penis.

Tentu ini kabar buruk bagi tiap pria (dan juga wanita :)... Penemuan yang didasari hasil studi yang dilakukan para peneliti Boston University School of Medicine ini merupakan hal baru yang harus diwaspadai.

Penelitian ini melibatkan 200 pria perokok, menyebutkan bahwa ukuran penis bisa menyusut hingga satu sentimeter. Cara kerjanya mirip seperti pengaruh rokok pada penyusutan organ hati yang disebabkan terhambatnya aliran darah karena kerusakan pembuluh darah.

Peningkatan aliran darah membuat penis bisa meregang atau ereksi. Nah, kalau pembuluh darah rusak, otomatis kemampuan ereksi menurun.

“Kalau penis sulit ereksi, otomatis ukurannya pun menyusut. Ini terjadi karena rokok merusak kemampuan tubuh untuk melakukan efek elastin, sebuah efek meregang yang berpengaruh pada kemampuan ereksi penis,” ucap salah seorang peneliti, dr Pedram Salimpour seperti dikutip surat kabar Guardian.



Meski demikian, para peneliti belum bisa menentukan berapa jumlah rokok yang diperlukan untuk merusak efek elastin. Yang jelas, efek rokok lebih signifikan pada penyusutan penis ketimbang organ hati.

“Hal ini disebabkan pembuluh darah di penis lebih kecil daripada pembuluh darah di hati. Kalau pembuluh darah yang kecil tersebut tersumbat, akibatnya darah pun sulit lewat dan berdampak pada ereksi,” kata Salimpour.

Sumber : kompas

Nikmat Bercinta Saat Hamil

Jangan ragu menikmati seks ketika Anda sedang hamil. Berdasarkan penelitian ilmiah, hubungan seks pada wanita hamil dikategorikan aman dan tidak menimbulkan risiko keguguran seperti yang dikhawatirkan orang selama ini.

Bila Anda ibu hamil dalam kondisi baik, hubungan seks bisa dilakukan secara normal. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal menyatakan, hanya sedikit kondisi medis yang menghalangi ibu hamil menikmati hubungan intim. Bahkan, sejauh ini dinyatakan hanya sedikit bukti imiah yang menyatakan hubungan seks bisa menyebabkan kelahiran prematur.

"Absen bercinta adalah rekomendasi yang bisa dilakukan ibu hamil dengan risiko tinggi untuk menghindari bahaya persalinan prematur," kata para peneliti dalam laporannya.

Dalam penelitiannya, tim peneliti dari Mount Sinai Hospital dan tim dari University of Toronto, mencari bukti ilmiah kondisi kehamilan yang berbahaya jika dilakukan hubungan seks.

Pada perempuan yang memiliki riwayat keguguran lebih dari sekali atau pernah melahirkan bayi prematur, memang rekomendasi untuk absen bercinta masih bisa dilakukan, meski tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan dengan jelas manfaat dari absen bercinta ini.





Hubungan seks yang aman tetap harus menjadi perhatian ibu hamil karena penyakit infeksi menular seksual, seperti infeksi uterus dan organ reproduksi tetap bisa terjadi selama kehamilan.
Kondisi kehamilan lain yang dinilai beresiko tinggi adalah placenta previa (plasenta menutupi jalan lahir). Dalam kondisi ini, penis atau alat bantu seks (sex toys) dikhawatirkan mengenai plasenta dan menyebabkan perdarahan.

Seks oral juga tidak disarankan ketika kehamilan karena beresiko terjadinya iritasi, bahkan penyumbatan pembuluh darah (emboli) yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Risiko terjadi jika suami meniupkan udara ke vagina.

Sumber : kompas

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More