Sabtu, 15 September 2012

Ngentot Dengan Mamaku Hadiah Ultah 2 , Cerita Dewasa

Ngentot Dengan Mamaku Hadiah Ultah 2 , Cerita Dewasa Namaku Sony, umur 24 tahun. Aku seorang lajang asal Semarang dan kuliah di Jakarta. Aku akan menceritakan pengalamanku.

Cerita ini berawal ketika aku pulang ke daerahku, untuk masa liburan kuliahku. Aku tinggal dengan nenekku, sedangkan mamahku serta keluargaku tinggal di rumah yang terpisah dengan nenekku.

Pagi itu aku ke rumah mamahku karena ditelepon olehnya. Kebetulan saat itu memang ulang tahunku. Mamahku termasuk orang yang cantik, walaupun umurnya sudah lebih dari 40 tapi dia pandai merawat tubuh dan wajahnya, sehingga masih terlihat sangat cantik samoai saat ini. Saat sampai di rumah mamahku, dia langsung menyapaku dan memberi selamat ulang tahun kepadaku. Kemudian aku duduk di kursi ruang tamu. Kebetulan saat itu kakak dan ayahku sedang di Jakarta dan adikku kuliah di Bandung.

Kemudian mamahku menghampiriku dan duduk di dekatku. Lalu dengan wajah sedikit mengeluh dia meminta maaf bahwa pada saat ini tidak bisa memberikan hadiah ulang tahun kepadaku, karena krisis keuangan yang ada di keluargaku.

“Son, untuk ulang tahunmu hari ini mamah sepertinya tidak bisa memberikan kamu hadiah, karena saat ini kita sedang krisis keuangan” kata mamahku. Akupun mengangguk dan memahami perasaan mamahku.

“ Tenang aja mah, bagi Sony ulang tahun sama seperti hari biasanya”

Kulihat wajah mamahku masih ada rasa tidak enak kepadaku dan berkata, “tapi mamah tetap ga enak nih”

“ga pa pa ko mah” jawabku.

Mamahku terus menunjukkan wajah yang sedikit tidak enak padaku, dan entah ada pikiran apa yang ada di kepalaku saat itu, aku memandang tubuh mamahku yang semakin membuatku sedikit terangsang, kemudian muncul dalam pikiranku suatu ide.

“Begini aja mah, kalo mamah mau kasih hadiah sama sony, gimana kalo selama satu hari ini mamah temenin Sony ya, mau kan” kataku sambil memelas ke mamahku.

Mamahku sempat berpikir sejenak, dan kemudian mengiyakan tanda setuju.

“Baik Son, mamah setuju, asal kamu senang mamah ga keberatan ko” sahutnya.

Akupun gembira dan tanpa basa basi berkata ke mamahku:

“Benar mamah mau”? sahutku.
“Benar Son” jawabnya. “Kalau begitu nanti mamah jangan protes dan ngeluh karena nemenin Sony seharian ya” sahutku.

Mamahku hanya mengiyakan kepalanya saja tanda setuju.

“kalo begitu mamah duduknya sebelah Sony donk, jangan disitu”

kemudian mamahku berpindah tempat duduk dan duduk di sampingku, kemudian kuberanikan tanganku untuk memegang pinggangnya, tapi mamahku diam saja. Melihat reaksi mamahku, aku semakin berani dan mengelus-elus pingganggnya, sambil kepalaku di rebahkan di pundaknya.

“Mah, Sony sayang baget sama mamah” kataku

“Ii…h, anak mamah ko jadi manja gini sih”, kamu udah mandi belum Son? Tanya mamahku

“belum mah”. “ Mandi dulu gih sana”

“boleh tapi temenin ya mah” sahutku. “Dasar manja, mandi sendiri donk” kata mamahku.

“ayolah mah”, kataku. Awalnya mamahku menolak, tapi karena aku merengek terus akhirnya mamahku mau juga.

“ya udah tutup pintu dulu sana, mamah sediain air mandinya dulu” sahutnya.

Kemudian mamahkupun bergegas ke kamar mandi sedang aku menutup pintu teras dan rumah, dan setelah itu aku menuju kamar mandi.

Aku melihat mamahku masih mengisi air untuk mandi, sambil membelakangiku, sehingga dia tidak sadar ketika aku masuk dan pintu kamar mandi kukunci.

Kemudian aku mulai mendekatinya dan merangkulnya dari belakang, dan itu kontan membuat mamahku kaget.

“Ah…!! Desahnya, “Sony kamu bikin kaget mamah aja deh, lekas mandi sana”

“Mah, tolong bantu bukain celanaku donk” pintaku, kemudian sambil aku membuka bajuku mamahku membuka resleting celanaku dan melepaskannya. sehingga aku kini hanya memakai cd saja.

“ Nah sekarang buka baju mamah, temani Sony mandi ya” sahutku, mamahku kaget mendengar permintaanku itu. Mungkin dia mengira hanya memandikanku saja dan tidak dalam artian mandi bersama.

“Mamah tadi udah mandi ko Son tadi, masak mandi lagi” elaknya

“Udahlah mah, katanya mamah janji bakal melayaniku seharian, gimana sih”, sahutku dengan muka yang sedikit kecewa.

Kemudian karena merasa tidak enak mamahku langsung membuka bajunya, melihat itu akupun menahan tangannya untuk melepas bajunya.

“Biar Sony yang buka baju mamah” kataku

Mamahku mempunyai pikiran yang konservatif dan kolot, sehingga dia merasa sedikit risih ketika aku mulai membuka kancing bajunya satu per satu, kulihat mukanya sedikit merah menutupi rasa malunya, dan ketika kancingnya terlepas semua aku mulai melepas pakaiannya dan kugantungkan di gantungan baju. Lalu terlihatlah buah dada yang sangat montok dan diselimuti oleh bh yang berwarna krem. Melihat hal itu mamahku langsung menutupinya dengan kedua tangannya.

“Sudah cukup Son, begini saja” pinta mamahku, tapi aku menutup mulut mamahku dengan telunjukku.

“Kalau begini saja ga asik donk, itu namanya bukan mandi” kataku. Kemudian aku membalikkan badan mamahku sehingga mamahku membelakangiku sekarang, kutarik perlahan resleting celana rok mamahku, dan kuturunkan pelan-pelan. Maka terlihatlah cd mamahku yang berwarna merah muda, dan kulihat diantara selangkangannya menyembul bulu-bulu hitam halus yang keluar sebagian dari cdnya, akupun terkesan melihat pemandangan itu.

Melihat hal itu mamahku semakin risih dan salah tingkah, “Son sudah cukup begini aja, ah! “kamu keterlaluan deh”!!! sahut mamahku.

Karena aku melihat mamahku yang sedikit ketakutan dan tegang, maka aku mencoba untuk menenangkannya.

“Ya udah deh, segitu aja dulu” kataku. Lalu aku menyalakan shower dan memegang tangan mamahku yang masih menutupi bhnya.

“Sini mah kita mandi berdua” kemudian aku memeluk mamahku dari belakang. Ketika kuelus bagian perutnya mamahku semakin risih dengan gerakan tanganku itu.

“Son udah ah, biar mamah mandi sendiri aja” pintanya sambil kedua tangannya tetap melipat menutupi bhnya.

“E..ehh..! mamahkan udah janji ama Sony ga bakal protes dan ngeluh” gimana sih mamah, ko ingkar janji kataku. Mendengar hal itu mamahku hanya bisa diam pasrah. Kemudian tanganku mencoba untuk melepaskan lipatan tangan mamahku yang masih menutupi bhnya.

“Son, tolong jangan begini, please…” lirihnya

Aku tidak memperdulikan ucapannya dan ketika lipatan tangannya terbuka, tanpa berpikir lagi aku meraih payudaranya dengan kedua tanganku, kuremas-remas dan kuputar-putar payudaranya ke kanan dan kiri.

“Ahhh….! “Sudah hentikan Son” sahut mamahku sambil menggerak-gerakkan badannya untuk menghindari gerakan tanganku.

“Ok…ok… tenang donk mah, sini kita keluar dari shower, kemudian aku mengambil sabun cair dan mengusapnya ke bagian punggung mamahku.

“Maah, ko diam aja, sabunin Sony juga donk” pintaku lalu mamahku mengambil sabun cair dan mengusapnya ke bagian dadaku, sehingga kini kami saling berhadapan dan saling mengusap, walaupun kulihat wajah mamahku semakin risih dan sedikit tegang, bahkan dari matanya terlihat linangan air matanya.

Ketika usapan tanganku sudah mencapai bagian dadanya, kucoba untuk menyusupkan tanganku di sekitar bagian samping tonjolan bhnya.

“Akhh… Son, tolong jangan begini” sahut mamahku sambil menahan laju tanganku yang mencoba menerobos bagian samping bhnya.

“Ayolah mah, Sony janji, setelah melepas bh mamah, Sony ga bakal melepas apa-apa lagi, ini bagian yang terakhir, gimana”, yang kumaksud adalah cd mamahku yang masih terpasang rapih walau sudah basah terkena air shower.

Mendengar hal itu mamahku hanya bisa menangis dan melepas tangannya yang mencoba menghalangi tanganku untuk merogoh bagian dalam bhnya, tanpa ragu lagi, kubalikkan badan mamahku sehingga membelakangiku, dan kuterobos kedua gundukan bhnya dengan tanganku menyusup dari bagian bawah bhnya kuraih putting susunya dan kuremas-remas.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More